Home Berita pelatihan-pemberdeayaan-kader-posyandu-dalam-pelayanan-posyandu-ilp-integrasi-layanan-primer

PELATIHAN PEMBERDEAYAAN KADER POSYANDU DALAM PELAYANAN POSYANDU ILP (Integrasi Layanan Primer)
Pinned
Minggu, 2 Agustus 2026

Puskesmas Besole kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dengan mengadakan kegiatan pelatihan pemberdayaan kader Posyandu dalam pelayanan posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Puskesmas Besole dan telah dianggarkan dalam dana BOK operasional puskesmas tahun 2025. Pelatihan ini berlangsung pada hari Selasa s/d Rabu, 26 s/d 27 Agustus 2025, diikuti oleh 24 kader Posyandu yang berasal dari Desa Besole, Besuki dan Keboireng. Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari Dinas kesehatan Kabupaten Tulungagung, yang memberikan pemaparan mendalam mengenai peran kader dalam sistem pelayanan kesehatan berbasis ILP.

Pelatihan pemberdayaan kader Posyandu ILP bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para kader dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan terintegrasinya pelayanan posyandu ILP sendiri merupakan pendekatan baru dalam sistem kesehatan yang bertujuan untuk menyatukan berbagai layanan kesehatan primer, memperdekat akses pelayanan kesehatan posyandu khususnya bagi lansia agar lebih efektif dan efisien. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan kader Posyandu di Desa dapat lebih memahami tugas dan tanggung jawabnya, serta mampu menjalankan program kesehatan desa dengan lebih optimal.

Para pesertapun menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti pelatihan ini. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan Posyandu di masing-masing di desa. Beberapa kader juga berbagi pengalaman mereka dalam menghadapi berbagai kendala di lapangan, seperti rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin.

Pelatihan ini menggunakan metode interaktif, di mana peserta tidak hanya menerima materi secara teori tetapi juga melakukan simulasi dan diskusi kelompok. Dengan metode ini, para kader dapat lebih memahami bagaimana menerapkan ILP dalam kegiatan Posyandu mereka. Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah simulasi pelayanan Posyandu yang mencerminkan kondisi nyata di lapangan. Dalam simulasi ini, para kader berlatih bagaimana cara memberikan layanan kepada ibu hamil, bayi, balita sampai dengan pelayanan lansia mulai dari pencatatan data hingga memberikan penyuluhan kesehatan.

Pelatihan ini menghadirkan tim narasumber dari Dinas        Kesehatan Kabupaten Tulungagung yang memberikan berbagai materi penting terkait ILP. Beberapa materi yang disampaikan antara lain:

- Konsep dan Prinsip Integrasi Layanan Primer (ILP)
Narasumber menjelaskan mengenai konsep ILP dan bagaimana integrasi layanan kesehatan dapat meningkatkan efektivitas Posyandu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

- Peran Kader Posyandu dalam ILP
Kader diberikan pemahaman mengenai peran dan tanggung jawab mereka dalam mendukung program ILP, termasuk cara berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan dan pemerintah desa.

- Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak, Remaja dan Lansia
Materi ini membahas pentingnya pemantauan kesehatan ibu hamil, bayi, dan balita dalam memastikan tumbuh kembang yang optimal serta mencegah stunting serta deteksi dini masalah kesehatan pada usia dewasa dan lansia

- Pencegahan Penyakit dan Imunisasi
Kader diberikan pemahaman tentang berbagai penyakit yang sering terjadi di masyarakat dan pentingnya imunisasi sebagai upaya pencegahan.

- Manajemen Posyandu yang Efektif
Dalam sesi ini, kader diajarkan cara mengelola Posyandu secara lebih efektif, termasuk pencatatan data, koordinasi dengan tenaga kesehatan, dan cara meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu.

Pelatihan ditutup dengan sesi tanya jawab dan penyampaian kesimpulan oleh tim narasumber.Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan kader Posyandu Desa Besole, Besuki, Kebvoireng semakin kompeten dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat.