Home Berita pelatihan-pemberdeayaan-kader-posyandu-dalam-pelayanan-posyandu-ilp-integrasi-layanan-primer
Puskesmas Besole kembali menunjukkan
komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dengan
mengadakan kegiatan pelatihan pemberdayaan kader Posyandu dalam pelayanan
posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Puskesmas
Besole dan telah dianggarkan dalam dana BOK operasional puskesmas tahun 2025.
Pelatihan ini berlangsung pada hari Selasa s/d Rabu, 26 s/d 27 Agustus 2025,
diikuti oleh 24 kader Posyandu yang berasal dari Desa Besole, Besuki dan
Keboireng. Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari Dinas kesehatan Kabupaten
Tulungagung, yang memberikan pemaparan mendalam mengenai peran kader dalam
sistem pelayanan kesehatan berbasis ILP.
Pelatihan pemberdayaan kader Posyandu ILP
bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para kader dalam memberikan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat. Dengan terintegrasinya pelayanan posyandu ILP
sendiri merupakan pendekatan baru dalam sistem kesehatan yang bertujuan untuk
menyatukan berbagai layanan kesehatan primer, memperdekat akses pelayanan
kesehatan posyandu khususnya bagi lansia agar lebih efektif dan efisien. Dengan
adanya pelatihan ini, diharapkan kader Posyandu di Desa dapat lebih memahami
tugas dan tanggung jawabnya, serta mampu menjalankan program kesehatan desa
dengan lebih optimal.
Para pesertapun menunjukkan antusiasme
tinggi dalam mengikuti pelatihan ini. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi
mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan Posyandu di
masing-masing di desa. Beberapa kader juga berbagi pengalaman mereka dalam
menghadapi berbagai kendala di lapangan, seperti rendahnya partisipasi
masyarakat dalam kegiatan Posyandu dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang
pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin.
Pelatihan ini menggunakan metode interaktif, di
mana peserta tidak hanya menerima materi secara teori tetapi juga melakukan
simulasi dan diskusi kelompok. Dengan metode ini, para kader dapat lebih
memahami bagaimana menerapkan ILP dalam kegiatan Posyandu mereka. Salah satu
sesi yang menarik perhatian peserta adalah simulasi pelayanan Posyandu yang
mencerminkan kondisi nyata di lapangan. Dalam simulasi ini, para kader berlatih
bagaimana cara memberikan layanan kepada ibu hamil, bayi, balita sampai dengan
pelayanan lansia mulai dari pencatatan data hingga memberikan penyuluhan
kesehatan.
Pelatihan ini menghadirkan tim narasumber dari Dinas
Kesehatan Kabupaten Tulungagung
yang memberikan berbagai materi penting terkait ILP. Beberapa materi yang
disampaikan antara lain:
- Konsep dan Prinsip Integrasi Layanan Primer
(ILP)
Narasumber menjelaskan
mengenai konsep ILP dan bagaimana integrasi layanan kesehatan dapat
meningkatkan efektivitas Posyandu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
- Peran Kader Posyandu dalam ILP
Kader diberikan pemahaman
mengenai peran dan tanggung jawab mereka dalam mendukung program ILP, termasuk
cara berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan dan pemerintah desa.
- Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak, Remaja dan
Lansia
Materi ini membahas
pentingnya pemantauan kesehatan ibu hamil, bayi, dan balita dalam memastikan
tumbuh kembang yang optimal serta mencegah stunting serta deteksi dini masalah
kesehatan pada usia dewasa dan lansia
- Pencegahan Penyakit dan Imunisasi
Kader diberikan pemahaman
tentang berbagai penyakit yang sering terjadi di masyarakat dan pentingnya
imunisasi sebagai upaya pencegahan.
- Manajemen Posyandu yang Efektif
Dalam sesi ini, kader
diajarkan cara mengelola Posyandu secara lebih efektif, termasuk pencatatan
data, koordinasi dengan tenaga kesehatan, dan cara meningkatkan partisipasi
masyarakat dalam kegiatan Posyandu.
Pelatihan ditutup dengan sesi tanya jawab dan penyampaian kesimpulan oleh tim narasumber.Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan kader Posyandu Desa Besole, Besuki, Kebvoireng semakin kompeten dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat.